Info Sekolah
Monday, 04 Jul 2022
  • Tema Akademi dapat menampilkan informasi dalam text berjalan

Ibu, Aku Rindu

Diterbitkan :

Oleh : Yurattia Yudian

Aku mulai menarikan jemari ini di keyboard

masih belum pasti dengan apa yang akan ku urai

kugali sisi gembira yang mungkin bisa dibagi

namun tersua olehku sedih yang membekas dihati

Tak ingin sebenarnya itu diungkit bangkitkan lagi

namun raut wajahmu terlukis di pelupuk mata ini

senyum sejuk memeluk jiwa dan mengisi rongga dada

lembut tanganmu membelai hati nan menanti bahagia

Sejak kehadiranku sebagai buah hati pertamamu

tak lepas semburat rona bahagia menyongsong hari harimu

kau peluk besarkanku dalam alunan senandung haru birumu

berkejaran dengan waktu hadir adik adikku

Bersama ayah, junjungan mu, kau rengkuh dayung menuju cita mu

besarkan buah hati menyusuri hamparan cinta bersuka ria

hingga semua menjadi kupu kupu indah yang menari di atas bayanganmu

panggilan sayang, pelukan hangat, dan ciuman yang menggetarkan sukma

menjadi pupuk penumbuh kembangkan akal budi kesayanganmu

Hingga telah melesat anak panah itu meninggalkan busurnya

namun tetap hawa hangat dan semburat bahagia menyertaimu

membimbing langkah langkah kaki yang kian menjauh di depanmu

Lalu

Berkirim kabar, cerita dan kasih dalam cawan cawan nan indah

tersedak kadang rasa mendengar panggilanmu

berlari memenuhi harap dan tunggumu

Sampai pada hari itu;

Kau kabarkan berita itu

aku termangu

tergugu

tersedu

ku tahan hampa didada

kudekap harap pada Sang Pencipta

kupeluk erat kakimu

kubesarkan asa di batinmu

Kutanya mengapa?

tentu ku yakin dengan takdirMu

tapi kulupa atau pura pura ku tak tahu

tanya yang sebenarnya tak perlu ada

andai hatiku tulus ikhlaskan semua karenaMu

takkan pernah pertanyaan hadir menghampiri

Harus !

harus ada jalan keluarnya

mari kita berikhtiar pada ahlinya

hingga perjalanan itu pun ditempuh demi kesembuhanmu ibu

Hari hari berikutnya penuh liku

di pembaringan itu tubuhmu mulai layu

berseliweran selang infus menjejalmu

kau masih tersenyum membesarkan hatiku

perjuanganmu melawan penyakit itu

sungguh tak terperi

pedih menyayat di relung hati

menyulut api kesabaran tak bertepi

merenggut senyum yang dulu berseri

entah berapa bilangan hari meleleh

melepuh pandangan, jatuh peluh

hingga akhirnya Ia menjemputmu

dalam senyum kau tinggalkan isak tangisku

Duhai ibu…

ini aku anakmu

tak pernah jemu mendoa untuk selimutmu

tidurlah ibu

dipembaringan damai dalam dekapan amal amalmu

senantiasa terang ruangmu oleh berlimpah sedekahmu

Tinggallah aku disini

di sudut pusaramu ibu

Sungguh Ibu, aku rindu

Artikel ini memiliki

20 Komentar

Suryono
Sunday, 12 Sep 2021

Mantap

Reply
    Yurattia Yudian
    Sunday, 12 Sep 2021

    Thank you teman…

    Reply
Miyako
Sunday, 12 Sep 2021

MasyaAllah. Kerennn Ma’am 😁👍

Reply
    Sunday, 12 Sep 2021

    Makasih sayang…sayangi ibumu selagi masih disampingmu ya nak..

    Reply
Your Son
Sunday, 12 Sep 2021

The great puisi

Reply
    Sunday, 12 Sep 2021

    Love you son….may Allah always be with you and us all

    Reply
Sahabat pena
Sunday, 12 Sep 2021

Luar biasa…master piece 👍👍👍

Reply
Hd
Sunday, 12 Sep 2021

Kerinduan pada ibu tak pernah berhenti. Tanda kita selalu mendoakannya. Minimal 5 kali sehari dlm sholat wajib. Lanjutdengan tulisan berikutnya.

Reply
    Sunday, 12 Sep 2021

    InsyaAllah..

    Reply
SYARI
Sunday, 12 Sep 2021

Masya Allah. Luar biasa ma’am🤩👍

Reply
    Sunday, 12 Sep 2021

    Makasih bu Syari..
    Barakallah…
    Semua karena Allah..

    Reply
Cinthya Zepanya
Sunday, 12 Sep 2021

Jalinan kata-kata yang sangat bermakna.
Keren, Ma’am.

Reply
Zaky fajar
Sunday, 12 Sep 2021

Masya allah bagus banget puisi nya ma’am

Reply
    Monday, 13 Sep 2021

    Alhamdulillah…semoga bisa membuat kita lebih sayang ke ortu ya nak…

    Reply
Puji
Sunday, 12 Sep 2021

Oh dalam rindumu pada ibumu, membuat hatiku juga pilu, semoga kuat suatu waktu nanti, rinduku pun merajut pada ibuku, semoga ibuku sehat dan masih kuat menapaki jalan yang makin tampak temaram malam,
Luar biasa bu Yut

Reply
    Monday, 13 Sep 2021

    Ya buk Puji..
    Rindu pada ibu tak kan pernah tersapu oleh waktu..

    Reply
Aina Mike Sanjaya
Sunday, 12 Sep 2021

Masya Allah…luar biasa mom…semoga kita semua bisa mjd anak y selalu dirindukan orang tua dunia dan akhirat

Reply

Beri Komentar

admin

Tulisan Lainnya

Oleh : admin

Aku dan Buku

Oleh : admin

JAHILIYAH