Saturday, February 14

Menapaki Makna Salat dalam Peringatan Isra’ Mi’raj di SMKN 1 Pekanbaru

Pekanbaru, 23 Januari 2026 — Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, SMKN 1 Pekanbaru menggelar kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) SMKN 1 Pekanbaru sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus penguatan karakter religius peserta didik.

Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam, yakni perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra’), kemudian dilanjutkan naik ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj). Dalam peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab, dan menjadi tonggak penting dalam penanaman nilai keimanan, ketaatan, serta kedisiplinan dalam beribadah.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj di SMKN 1 Pekanbaru diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan suara merdu. Lantunan ayat suci tersebut mengajak seluruh warga sekolah untuk merenungi makna peristiwa Isra’ Mi’raj.

Memasuki acara inti, kegiatan diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Ayat Baidillah, S.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau membuka ceramah dengan puji syukur kepada Allah SWT, kemudian menekankan pentingnya berdoa dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Tuhannya.

Ustadz Ayat Baidillah juga mengisahkan kembali perjalanan Nabi Muhammad SAW menuju langit ketujuh dengan Buraq, hingga tibanya perintah Allah SWT tentang kewajiban salat lima waktu. Melalui kisah tersebut, beliau menegaskan bahwa inti dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah salat, yang menjadi tiang agama dan pembeda antara keimanan dan kelalaian.

“Kita tau bahwa sholat adalah kewajiban namun kenapa semakin hari kita dapat melihat masjid yang semakin kosong,” ujarnya tegas.

Dalam penutup ceramah, beliau menekankan pentingnya niat yang ikhlas dalam melaksanakan salat, serta mengingatkan agar menghindari perilaku pamer ibadah di media sosial. Beliau juga menegaskan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, kewajiban salat tetap harus dilaksanakan, dan tidak boleh ditinggalkan dengan alasan merasa diri belum pantas.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ayat Baidillah. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan, serta diharapkan mampu menumbuhkan semangat beribadah dan meningkatkan keimanan peserta didik SMKN 1 Pekanbaru.

(Mutia Rafeyfa Ulya – XI MPLB 3)

About The Author